Selasa, 25 November 2014

Simbol-simbol Peta Laut

         Di dalam peta laut Indonesia, ciri dari setiap obyek yang penting untuk
diketahui yang erat hubungannya dengan keselamatan pelayaran,
digambarkan serta disimbolkan dengan berbagai bentuk gambar yang
berbeda-beda. Agar pengguna peta laut dapat mengenali arti dari setiap
gambar, simbol serta singkatan-singkatan yang terdapat di dalam peta laut,
maka diterbitkanlah suatu buku informasi yang lengkap memberikan arti
dari semua gambar dan simbol serta singkatan-singkatan tersebut yaitu Peta
Nomor 1 yang diterbitkan oleh Jawatan Hidrografi Angkatan Laut Republik
Indonesia.
        Berikut ini ditampilkan beberapa gambar, simbol serta singkatan-singkatan
yang penting untuk diketahui khususnya yang berkenaan dengan tandatanda
bahaya yang berkenaan dengan keselamatan pelayaran.
Simbol-simbol Peta Laut bisa anda download disini : Simbol-simbol peta laut atau Lihat Disini

Senin, 24 November 2014

RUMPON

RUMPON

   Rumpon biasa juga disebut dengan Fish Agregation Device (FAD) yaitu suatu alat bantu penangkapan yang berfungsi untuk memikat ikan agar berkumpul dalam suatu catchble area.
  Rumpon merupakan salah satu alat bantu untuk meningkatkan hasil tangkapan, bentuk kontruksi menyerupai pepohonan yang di pasang di suatau tempat di perairan laut yang berfungsi sebagai tempat berlindung, mencarai makan,memijah, dan berkumpulnya ikan.

Prediksi mengapa ikan senang berada di sekitar rumpon:
  1)  Rumpon tempat berkumpulnya plankton dan ikan-ikan kecil lainnya, sehingga mengundang ikan-ikan yang lebih besar untuk tujuan feeding;
  2)  Merupakan suatu tingkah laku dari berbagai jenis ikan untuk berkelompok di sekitar kayu terapung (seperti jenis-jenis tuna dan cakalang) . Dengan demikian, tingkah laku ikan ini dimanfaatkan untuk tujuan penangkapan.

Samples dan Sproul (1985), mengemukakan tertariknya ikan  disekitar rumpon disebabkan :
   l. Tempat berteduh (shading place) 
  2. Tempat mencari makan(feeding ground) 
  3. Tempat untuk meletakkan telur.
  4. Tempat berlindung dari predator
  5. Tempat titik acuan navigasi (meeting point) ikan yang beruaya.

Cara Mengetahui Kepadatan gerombolan ikan pada rumpon 
Adanya Buih atau gelembung-gelembung udara yang timbul dipermukaan air, warna air yang gelap karena pengaruh gerombolan ikan atau banyaknya ikan-ikan kecil yang bergerak di sekitar rumpon.

Fungsi rumpon adalah sebagai berikut :
   a. Tempat mengkonsentrasi ikan agar lebih mudah    ditemukan
   b. Tempat berlindung bagi ikan dari pemangsanya
  c.  Temrpat berkunrpulnya ikan
  d.  Tempat daerah penangkap ikan
  e.  Tempat mencari makan bagi ikan
   f.  Tempat berlindung dari serangan ikan predator
   g. Tempat untuk memijah bagi ikan.
   h. Banyak ikan-ikan kecil dan plankton yang   berkumpul disekitar rumpon yang merupakan    sumber makanan bagi ikan besar.
    i. Ada beberapa jenis ikan seperti tuna dan   cakalang yang menjadikan rumpon sebagai tempat berasosiasi.

Manfaat rumpon adalah sebagai berikut:
  a. Memudahkan nelayan menemukan tempat untuk mengoperasikan alat Tangkapnya
  b. Mencegah terjadinya destruktif fishing, akibat penggunaan bahan peledak dan bahan kimia/beracun
  c. Meningkatkan produksi dan produktifitas nelayan.

Macam-Macam Rumpon
A. Berdasarkan posisi/letak pengumpul ikan :
     1. Rumpon laut dangkal yaitu di pasang pada kedalaman 20-100 meter untuk mengumpulkan jenis-jenis ikan pelagis kecil seperti : kembung, selar, tembang, japuh, layang dan lain sebagainya.
     2. Rumpon laut dalam yairu rumpon yang dipasang pada kedalaman 1200-3000 meter untuk mengumpulkan jenis-jenis ikan pelagis besar seperti tuna, cakalang dan lain sebagainya yang berada di permukaan sampai pada kedalaman 60 meter dibawah permukaan laut.

B. Bedasarkan Kemenetapan Pemasangan Rumpon
    l. Rumpon Menetap (memliki jangkar/pemberat berukuran besar) sehingga tidak dapat dipindahkan dan dipasang diperairan dalam dengan kondisi gelombang besar dan arus kuat, guna memikat/mengumpulkan jenis ikan pelagis besar.
   2. Rumpon yang dapat dipindahkan (terbuat dari bahan yang relatif ringan) sehingga memungkinkan untuk diangkat dipindahkan guna memikat/ megumpulkan jenis-jenis ikan pelagis kecil. 



KONSTRUKSI RUMPON





. 

Pembagian Wilayah Perairan Laut

Pembagian Wilayah Perairan Laut


Pembagian Wilayah Perairan Laut secara umum : 
     1. Zona Pelagik
     2. Zona Bentik

A. Zona Pelagis
1.  Secara horisontal
a. Zona neritik
Dangkal, keruh, salinitas rendah, ikan pelagis kecil

b. Zona Oceanik
Dalam, air jernih, salinitas tinggi, ikan pelagis besar
    2. Secara Vertikal 

 berdasarkan ketersediaan cahaya
a. Epipelagik: daerah fotik, sampai 100m
b. Mesopelagik: cahaya lemah, tidak mendukung
    fotosintesa,  kedalaman 100 – 1000 m
c. Bathypelagik: Tanpa cahaya dan fotosintesa,1000-4000M
d. Abyssal pelagic: gelap, 5000 – 10.000 m

B. Zona Bentik
Secara vertikal zona bentik dibagi menjadi beberapa zone :
 1. Sub litoral : wil. Perairan dibawah kolom neritik, cahayasampai ke dasar, subur, kaya bentos, merupakan daerah karang, lamun
2.  Bathyal: setelah sub litoral  sampai kedalaman 2000- 4000
3.  Abyssal: wil bentik yg berasosiasi dg wil.Abyssal               pelagik, 6000 m
4.   Hadal : gelap, sampai 10.000 m



Jumat, 21 November 2014

Kelasifikasi Daerah Penangkapan Ikan

KLASIFIKASI DAERAH PENGKAPAN IKAN



A). Berdasarkan Daerah Operasinya.
    1. Littoral Zone Fishing Ground
2. Coastal Fishing Ground
3. High Sea Fishing Ground
   4. Island Waters Fishing Ground

B). Berdasarkan Alat dan Metode Penangkapannya
1. Fixed Trap Net Fishing Ground
2. Lift Net Fishing Ground
3. Purse Seine Fishing Ground
4. Trawl Net Fishing Ground
5. Gill Net Fishing Ground
6. Angling Fishing Ground

C). Berdasarkan Jenis Ikan Target Penangkapan
1. Sardine Fishing Ground
2. Mackerel Fishing Ground
3. Bonito Fishing Ground
4. Tuna Fishing Ground

D). Berdasarkan Habitat Ikannya.
1. Demersal Fishing Ground
2. Pelagic Fishing Ground
3. Shallow Fishing Ground

E). Berdasarkan Kedalaman Perairannya.
1. Shallow Sea Fishing Ground
2. Deep Sea Fishing Ground

F). Berdasarkan Nama Perairannya.
1. Cina Selatan Sea Fishing Ground
2. Banda Sea Fishing Ground
3. Samudera Sea Fishing Ground
4. Arafura Sea Fishing Ground

G). Berdasarkan Letak Perairannya.
1. Laut Fishing Ground
2. Sungai Fishing Ground
3. Danau Fishing Ground
4. Rawa Fishing Ground

   KLASIFIKASI   ALAT   TANGKAP MENURUT Von   Brandt

1. PENANANGKAPAN IKAN TANPA ALAT (FISHING WITHOUT GEAR)
 penangkapan tanpa bantuan alat
DPI      : Disepanjang pantai, di daerah pasut dan Daerah dg perairan yang tenang, dangkal
Jenis ikan   : ganggang laut, kerang kerangan, kepiting.
Cara penangkapan :
- Dengan tangan, disepanjang pantai didaerah pasut atau perairan dangkal.
- Dengan menyelam, dengan atau tanpa alat.
- Dengan menggunakan binatang terlatih : burung commoran, anjing, beruang.
Usaha yang berkembang :
Penangkapan mutiara dan abalon pengumpulan sponges, ganggang laut.
TLI    : soliter
         : lamban
         : hidup di dasar

2. PENANGKAPAN DENGAN ALAT YANG MELUKAI ( FISHING WITH WOUNDING GEAR ).
agar tangan manusia lebih efektif atau lebih jauh serta dapat menagkap
 ikan dengan baik.
DPI : -  Perairan pantai yang dangkal        -   Perairan dalam (penangkapan paus dg harpoon)
        - Umumnya besar Perairan jernih
Alat tangkap  : tombak, harpoon senapan.
Usaha yang berkembang :
penangkapan ikan paus.
Penangkapan ikan kerapu dengan tombak di timtim dan irian.
TLI          : soliler
                Lamban/relative lamban              

3. PENANGKAPAN DENGAN JALAN MEMABUKAN ATAU PEMBIUSAN ( FISHING BY STUPEYING )
Tujuan utama          : mencegah ikan melarikan diri.
DPI :  Di perairan dangkal, terumbu karang, lamun
Cara penangkapan :
a. Mekanik      : dinamit dan bom
b. kimiawi       : penggunaan protenon
c. elektrik        : khususnya perairan tawar.
Usaha yang berkembang :
penangkapan ikan gerot – gerot/ gulamah
electrical fishing.
TLI : - Tidak bermigrasi / menetap tergantung tujuan penangkapan.
        - Elektro positif
        - Perairan tenang.
        - Gerombol atau soliter (tergantung tujuan penangkapan ).

4. PERIKANAN PANCING ( LINE FISHING ).
Memikat ikan dengan sesuatu yang merupakan mangsanya.
DPI : di semua pperairan
Jenis alat tangkap    :
a. hand line     : pancing yang di operasikan dengan tangan
b. troll line           : pancing yang di tarik
c. set line         : pancing yang dioperasikan secara menetap
d. drift line        : pancing hanyut
jenis usaha yang berkembang :
- pole and line cakalang
- long line tuna
- troll line salamon
TLI      : - penciuman tajam
             - rakus
             - predator
             - penglihatan tajam

5. PENAGKAPAN DENGAN` PERANGKAP ( FISHING WITH TRAPS )
    memikat ikan agar masuk kedalam alat tangkap, tetapi sukar untuk melepaskan diri.
Dasar pengetahuan : Pengetahuan tentang lintasan ikan,
yang erat hubungannya dengan ruaya ikan kearah pantai, yang mereka lakukan pada waktu tertentu.
DPI :  Daerah pantai berkarang
Jenis alat tangkap :
a. Tempat bersembunyi atau berlindung : dalam kayu, tabung pot, tabung bambu.
b. Penghalang bentuk diding atau pagar di daerah genangan/ pasut.
c. Penangkap mekanik : dengan umpan atau tidak.
d. Keranjang : bamboo, kayu, kawat, jarring, plastic.
e. Trap net : Penghalang dari kayu.
f.  Pound net : penghadang dari jarring.
Usaha yang berkembang : - kakap, ikan hias.
TLI: ( perangkap dasar) :  mencari makan / pemangsa, berlindung dari predator, Daya penciuman tajam, Beruaya pantai, Menyukai umpan buatan

6. PENAGKAPAN DENGAN PERANGKAP TERAPUNG  (FISHING WITH AERAL TRAP )
ditujukan untuk hewan atau ikan yang akan muncul di permukaan air.
Tujuan ikan melompat :  menangkap mangsa, menghindari rintangan dan menghindari predator.
DPI : Perairan Pantai
TLI          : yang mempunyai kemampuan loncat

7. PENANGKAPAN DENGAN KANTONG JARING DENGAN MULUT BERKERANGKA ( FISHING WITH NET BAGS WITH FIXED MOUNTH)
menangkap ikan dengan menyaring perairan
DPI : Daerah pantai
Alat tangkap :
         - scoop net Ã¨seser, serok, sodo.
         - Scraping net
         - Stow net
TLI : - ikan - ikan pantai
        - ikan - ikan kecil
        - phototaksis positif

8. PENGKAPAN DENGAN ALAT YANG DITARIK ( FISHING WITH DRAGGED GEAR ).
 jaring berkantong yang dalam pengoperasiannya ditarik sepanjang dasar perairan.
DPI : - Perairan dg dasar perairan rata
Alat tangkap :
- dragges = scoop net bertangkai panjang Ã¨ shellfish termasuk udang
- bottom trawl
- midwater trawl
jenis ikan : udang, karang, kerapu
TLI : bergerombol

9. PENANGKAPAN DENGAN JALAN MELINGKARI IKAN ( SEINING )
melingkari suatu area tetapi tidak mengurungi mulai dari bawah.
Dioperasika dapa siang hari dan malam hari. (Dengan bantuan cahaya)
Contoh :  - pukat pantai ( beach seine )
                - boat seine
DPI : perairan pantai
TLI  : - Schooling
         -  Kecepatan renang rendah
         - Bukan prodator
         - Pelagis dan demersal

10. PENANGKAPAN DENGAN JARING LINGKAR ( FISHING WITH SURROUNDING NETS).
Gerombolan ikan dilingkari dan dikurung dari tepi dan bagian bawahnya. Dioperasikan siang dan malam.
Contoh : - Lampara net
              - Purse Seine
              - Ring net
DPI : Inshore dan offshore
TLI : - Kec renang tinggi dan rendah
        - schooling
        - Pelagis
        - phototaksis ( + )

11. PENANGKAPAN DENGAN JARING YANG DIKEMUDIKAN ( FISHING WITH THE DRIVE IN METHOD).
Ditujukan untuk daerah yang sulit seperti perairan karang dan ikan yang sifatnya menyebar  → Ikan ikan digiring dengan cahaya, suara atau listrik ( drive in net), kemudian dikurung dan ditutup.
DPI : Perairan karang
TLI : - Hidup di perairan karang
        - Menyebar
        - Phototaksis negatif

12. PENANGKAPAN DENGAN LIFT NET (Fishing With Lift nets)
Ikan dikumpulkan dengan menggunakan cahaya / lampu, kemudian diangkat keatas dengan secepatnya) → Tidak selektif
DPI : Perairan Pantai
Alat tangkap :
                       - hand lift net
                       - Lift net yg fixed → di pantai
                       - Lift net yg di operasikan dari perahu
                       - Blankket
                       - Fish wheel
TLI : 
-       Schooling
-       Phototaksis Posaitif
-       Demersal dan Pelagis
-       Kec renang lambat
-       Ukuran Kecil.

13. Penangkapan dengan alat yang di tebar atau dijatuhkan dari atas       (fishing with falling gear )
Ikan dikurung dari atas, umumnya dioperasikan pada siang hari
DPI : Perairan pantai
Alat tangkap :
-      Cover pot : terbuat dari kayu,dioperasikan pada perairan lumpur atau                                 ditumbuhi tanaman air
-       Lantern net : kerangka dengan jaring
-       Cover net : digunakan pada perairan yang lebih dalam dengan bantuan                                tangkai/tali
-       Cash net besar : dioperasokan dengan menggunakan gantungan.
TLI : - Kec renang lambat
        - Bergerombol / soliter`

14. Penangkapan dengan jaring insang ( fishing with gill nets)
lembaran jaring yang direntangkan memotong arus, sehingga ikan yang melewatinya akan terjerat pada mata jaring.
DPI : Inshore, offshore
Alat tangkap :
-       Set gillnet
-       Floating gillnet  ( drift gillnet)
TLI   :
-       Menyebar
-       Daya penglihat pendek
-       Ikan yg beruaya
-       Pelagis dan demersal
-       Dlm 1 penangkapan ukuran ikan sama

15. Penangkapan dengan tangle net ( fishing with tangle nets )
Ikan tertangkap karena terbelit ( entangled)
Jenis ikan : ikan besar, kepiting, udang
DPI : Perairan Pantai dan Perairan karang
Alat tangkap :
- dengan 1 lapis (single wall entangle net)
 → Sturgeon, salmon, lobster, king crabs, spanny lobster.
Trammel net : Jaring 3 lapis dengan ukuran mata yg berbeda
TLI :
-       Menyebar
-       Daya penglihatan rendah
-       Beruaya
-       Umumnya ikan besar

16. PENANGKAPAN DENGAN MESIN PEMANEN
-         Perpaduan antara pemanfaatan cahaya, listrik untuk menarik perhatian ikan dan                  pompa penghisap.
-         Dpi : Semua Perairan
-         TLI :
-          - Kec renang lambat
-          - Schooling ( dikondisikan dengan menggunakan bantuan cahay)

Template by:

Free Blog Templates